Friday, October 17, 2014

Tempat-tempat yang Dilarang Oleh Nabi SAW Untuk Buang Air Kecil



 
Tempat-tempat yang Dilarang Oleh Nabi SAW Untuk Buang Air Kecil
عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اتَّقُوا اللَّاعِنَيْنِ قَالُوا وَمَا اللَّاعِنَانِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الَّذِي يَتَخَلَّى فِي طَرِيقِ النَّاسِ أَوْ ظِلِّهِمْ
25. Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Peliharalah dirimu dari dua golongan yang mendapat laknat! " Mereka (Para sahabat) bertanya, "Siapakah dua golongan yang mendapat laknat itu wahai Rasulullah? "Beliau SAW menjawab, "Yaitu orang yang suka buang air kecil di jalanan atau di tempat yang dipakai manusia untuk berteduh. " {Shahih: Muslim}
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّقُوا الْمَلَاعِنَ الثَّلَاثَةَ الْبَرَازَ فِي الْمَوَارِدِ وَقَارِعَةِ الطَّرِيقِ وَالظِّلِّ
26. Dari Mu'adz bin Jabal RA, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Peliharalah dirimu terhadap tiga macam tempat buang air yang dilaknat, yaitu: Buang air besar di sumber-sumber air, di tengah jalan dan di tempat orang bernaung atau berteduh. " {Hasan}


Kencing di Malam Hari dengan Menggunakan Pispot
عَنْ حُكَيْمَةَ بِنْتِ أُمَيْمَةَ بِنْتِ رُقَيْقَةَ عَنْ أُمِّهَا أَنَّهَا قَالَتْ كَانَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدَحٌ مِنْ عِيدَانٍ تَحْتَ سَرِيرِهِ يَبُولُ فِيهِ بِاللَّيْلِ
24. Dari Umaimah binti Ruqaiqah, bahwasanya beliau berkata, "Rasulullah SAW mempunyai pispot dari kayu yang diletakkan di bawah ranjang beliau, yang dipakai buang air kecil pada malam hari. {Hasan Shahih}.

Buang Air Kecil Sambil Berdiri

عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ أَتَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُبَاطَةَ قَوْمٍ فَبَالَ قَائِمًا ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ فَمَسَحَ عَلَى خُفَّيْهِ
قَالَ أَبُو دَاوُد قَالَ مُسَدَّدٌ قَالَ فَذَهَبْتُ أَتَبَاعَدُ فَدَعَانِي حَتَّى كُنْتُ عِنْدَ عَقِبِهِ
23. Dari Hudzaifah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW pernah mendatangi kompos (tempat pembuangan sampah) suatu kaum, lalu beliau SAW buang air kecil dalam keadaan berdiri. Kemudian beliau SAW meminta air untuk membasuh kedua sepatu beliau. "
Abu Daud dan Musaddad berkata Hudzaifah berkata, "Maka aku pergi menjauhkan diri dari beliau SAW, lalu memanggil aku, sehinga aku berada dekat tumit beliau. " {Shahih: Muttafaq Alaih}

Membersihkan Kencing

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ إِنَّهُمَا يُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا هَذَا فَكَانَ لَا يَسْتَنْزِهُ مِنْ الْبَوْلِ وَأَمَّا هَذَا فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ ثُمَّ دَعَا بِعَسِيبٍ رَطْبٍ فَشَقَّهُ بِاثْنَيْنِ ثُمَّ غَرَسَ عَلَى هَذَا وَاحِدًا وَعَلَى هَذَا وَاحِدًا وَقَالَ لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا قَالَ هَنَّادٌ يَسْتَتِرُ
20. Dari Ibnu Abbas RA, dia berkata, "Nabi SAW pernah melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda, 'Bahwa kedua orang dalam kubur ini sedang disiksa. Keduanya disiksa bukanlah karena dosa besar. Adapun, orang ini disiksa karena tidak menutup diri (menjaga) saat buang air kecil, sedangkan yang ini, karena suka mengadu domba.' Setelah itu beliau SAW meminta pelepah kurma yang masih basah, kemudian membelahnya menjadi dua bagian, lalu beliau SAW bersabda, "Semoga siksaan mereka berdua diringankan sebelum pelepah kurma ini kering. " Dalam redaksi lain disebutkan, "...menutup diri (ketika buang air kecil). " {Shahih: Muttafaq Alaih }
عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَعْنَاهُ قَالَ كَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ وَقَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ يَسْتَنْزِهُ
21. Dari Ibnu Abbas RA, dari Nabi SAW.....dengan maksud yang sama, beliau SAW bersabda, "...dia tidak bersembunyi (menutup aurat) sewaktu buang air kecil. " Dalam lafazh lain disebutkan, "Dia tidak menutup diri (menjaga) dari kencingnya. "Dalam lafadz lain dikatakan, tidak menjauhinya. Shahih: Muttafaq Alaih Silahkan lihat hadits sebelumnya.
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَسَنَةَ قَالَ انْطَلَقْتُ أَنَا وَعَمْرُو بْنُ الْعَاصِ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَرَجَ وَمَعَهُ دَرَقَةٌ ثُمَّ اسْتَتَرَ بِهَا ثُمَّ بَالَ فَقُلْنَا انْظُرُوا إِلَيْهِ يَبُولُ كَمَا تَبُولُ الْمَرْأَةُ فَسَمِعَ ذَلِكَ فَقَالَ أَلَمْ تَعْلَمُوا مَا لَقِيَ صَاحِبُ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانُوا إِذَا أَصَابَهُمْ الْبَوْلُ قَطَعُوا مَا أَصَابَهُ الْبَوْلُ مِنْهُمْ فَنَهَاهُمْ فَعُذِّبَ فِي قَبْرِهِ
قَالَ جِلْدِ أَحَدِهِمْ
قَالَ جَسَدِ أَحَدِهِمْ
22. Dari Abdurrahman bin Hasanah, beliau berkata, "Aku pernah bersama Amru bin Ash pergi menemui Nabi SAW, maka beliau SAW keluar membawa perisai (dari kulit), kemudian pergi buang air kecil bersembunyi dibalik perisai itu, " maka kami berkata, "Lihatlah, beliau SAW buang air kecil, seperti perempuan yang sedang buang air kecil. " Lalu beliau SAW mendengar perbincangan kami, maka beliau SAW bersabda, "Apakah kamu tidak mengetahui adzab yang pernah diterima oleh seorang dari Bani Israil? Biasanya, apabila mereka terkena air kencing, mereka memotong bagian yang terkena (percikan najis) air kencing itu. Lalu orang tersebut melarang mereka (memotongnya), maka dia di siksa dalam kuburnya ". (Shahih Mauquuf).
Imam Bukhari dan Muslim memandangnya sebagai hadits Maushul, tapi dengan redaksi: "...pakaian salah seorang di antara mereka".
Dalam suatu riwayat disebutkan, "...kulit salah seorang di antara mereka." Sedangkan dalam riwayat lainnya disebutkan, "...Badan salah seorang di antara mereka... " {Shahih}.

Menyebut Nama Allah dalam Keadaan Tidak Suci

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ
18. Dari Aisyah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW selalu berdzikir kepada Allah 'Azza wajalla dalam setiap waktu ". {Shahih: Muslim}

Bolehkan Menjawab Salam Ketika Buang Air Kecil?

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ مَرَّ رَجُلٌ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَبُولُ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ قَالَ أَبُو دَاوُد وَرُوِيَ عَنْ ابْنِ عُمَرَ وَغَيْرِهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَيَمَّمَ ثُمَّ رَدَّ عَلَى الرَّجُلِ السَّلَامَ
16. Dari Ibnu Umar RA, dia berkata, "Suatu ketika ada seorang laki-laki melewati Nabi SAW, yang sedang buang air kecil, kemudian dia memberi salam, namun beliau SAW tidak menjawabnya. "Dalam suatu riwayat: "Bahwa Nabi SAW bertayamum, kemudian beliau menjawab salam orang tersebut. {Hasan: Muslim}
عَنْ الْمُهَاجِرِ بْنِ قُنْفُذٍ أَنَّهُ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَبُولُ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ حَتَّى تَوَضَّأَ ثُمَّ اعْتَذَرَ إِلَيْهِ فَقَالَ إِنِّي كَرِهْتُ أَنْ أَذْكُرَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا عَلَى طُهْرٍ أَوْ قَالَ عَلَى طَهَارَةٍ
17. Dari Muhajir bin Qunfudz, bahwa dia pernah mendatangi Nabi SAW, ketika beliau SAW sedang buang air kecil. Lain dia memberi salam kepadanya, namun beliau SAW tidak menjawabnya, sehingga selesai berwudhu, kemudian beliau SAW minta maaf, seraya bersabda, "Sesungguhnya saya tidak suka menyebut nama Allah 'Azza wajalla, kecuali dalam keadaan suci". {Shahih}

Membuka Aurat Ketika Buang Hajat

عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَرَادَ حَاجَةً لَا يَرْفَعُ ثَوْبَهُ حَتَّى يَدْنُوَ مِنْ الْأَرْضِ
14. Dari Ibnu Umar RA, bahwasanya Nabi SAW apabila hendak buang hajat, beliau SAW tidak mengangkat pakaiannya, sehingga mendekati tanah (tempat buang hajat). {Shahih}